Eksistensi manusia Indonesia akan dapat diperhitungkan di mata dunia apabila mampu melakukan perubahan besar ke arah yang lebih baik. Perubahan manusia Indonesia sangat di tentukan oleh kualitas pendidikan. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi milenial yang karakter kuat, terampil, inovatif, imajinatif, peka terhadap kearifan lokal dan teknopreneurship.

SMK YPK SERUI sebagai salah satu lembaga yang khususnya bergerak di pendidikan menengah kejuruan berupaya meningkatkan kualitas layanannya agar mempu melahirkan generasi tersebut.

Lahirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015 lalu ini bertujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, yang mana terjadi arus barang, jasa, investasi dan tenaga terampil yang bebas serta aliran modal yang lebih bebas. ASEAN diharapkan akan menjadi sebuah wilayah yang stabil, sejahtera, dan kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang merata, kemiskinan yang berkurang, dan sosio ekonomi yang beragam.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional tahun 2016 menunjukan bahwa sekitar 60% tanaga kerja Indonesia adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengakibatkan banyak tenaga kerja yang tidak terampil sehingga sulit bersaing di DUDIKA. Sementara itu BPS Provinsi Papua bulan Februari Tahun 2020 menunjukan bahwa sekitar 10% pengangguran di Provinsi Papua adalah lulusan SMK.

Minat masyarakat untuk menempuh pendidikan kejuruan tidak terlepas dari keterserapan lulusan di pasar kerja. Namun persaingan lulusan semakin ketat karena meningkatnya jumlah lulusan tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan. Selain itu, adanya kesenjangan kompetensi juga menyebabkan terjadi ketidaksesuaian antara supply dan demand di Provinsi Papua.

Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam konteks pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan semua unsur pendidikan (pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan swasta) dan yang terkait untuk peduli secara riil untuk proses pendidikan menengah kejuruan.

Bagi SMK YPK SERUI instruksi tersebut di di perdalam sebagai upaya yang lebih cermat, lebih gigih dan lebih bertanggung jawab dalam melahirkan generasi milenial yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan DUDIKA. Untuk melaksanakan upaya tersebut maka dilakukan melalui 10 Langkah Revitalisasi SMK YPK SERUI yang dilakukan dan oleh semua warga sekolah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dan menyusun peta jalan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan SMK YPK SERUI sebagai manusia Indonesia yang dapat menunjukan eksistensinya di mata dunia.

Sumber Daya Manusia

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkompeten menjadi prioritas SMK YPK SERUI. Handal karena mempunyai karakter pribadi (softskills) yang kuat. Ada 7 kemampuan pribadi yang di kembangkan di sekolah ini, yaitu: (1) Critical thinking and problem solving, (2) Collaboration across networks and leading by influence, (3) Agility and adaptability, (4) Initiative and entrepreneurialism, (5) Effective oral and written communication, (6) Accessing and analyzing information, dan (7) Curiosity and imagination. Sedangkan berkompeten karena mempunyai pengakuan berupa dokumen hasil uji kompetensi yang sesuai dan dapat di pertanggung jawabkan (hardskills). Ke 8 hal ini di hubungkan dengan peningkatan SDM SMK YPK SERUI yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baik guru, staf dan siswa dibekali kemampuan ini melalui pelatihan-pelatihan menyenangkan yang dilakukan di sekolah.

SAS

Revolusi industri 4.0 memberikan dampak perubahan yang cukup signifikan dalam bidang teknologi digitalisasi. Masuknya digitalisasi sebagai era baru peradaban manusia adalah sebuah keniscayaan. Manusia suka atau tidak suka harus berani menerima kenyataan bahwa digitalisasi sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan.

Sebagai awalnya tentu saja era digitalisasi ini akan menyebabkan disrupsi pada aspek dan bidang kehidupan yang selama ini sudah mapan. Kita lihat saja terjadinya disrupsi pada transportasi darat. Munculnya startuppada bidang ini seperti Uber, Grab dan Gojek telah menggoyahkan kekuatan lama.

Bagaimana dengan dunia pendidikan?. Bidang pendidikan pun merasakan disrupsi akibat digitalisasi. Saat ini kita sudah mulai terbiasa mendengar dengan perkuliahan online. Bahkan platform global saat ini adalah belajar bisa di manapun dan kapan saja. Artinya proses pembelajaran formal bukan lagi pilihan satu-satunya.

Kalau dulu para siswa belajar dan ujian dengan paper (kertas), kini pelan tapi pasti basis teknologi komputer mulai menggeser. Diharapkan para guru mulai sekarang tidak lagi hanya sekedar mampu menguasai materi pelajaran tetapi juga harus mampu menguasai teknologi. Selain itu pengelolaan manejemen sekolah juga mulai bergeser dari berbasis kertas menjadi digitalisasi. Banyak kesulitan atau masalah yang dapat dipermudah atau diatasi dengan peran teknologi informasi. Sehingga menuntut tenaga pendidik juga harus mampu menguasai teknologi. Teknologi ini disebut teknologi smart school. Smart School adalah aplikasi sistem administrasi sekolah (SAS) yang mengintegrasikan seluruh sistem dibangun dalam sebuah sekolah yang mampu mengefektif dan mengefisiensikan proses kerja.

Sejak tahun 2013, SMK YPK SERUI telah melaksanakan Ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan Computer Based Test (CBT). Kemudian secara bertahap digunakan pada Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

Selain itu, SMK YPK SERUI juga menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) dengan sistem CBT yang di laksanakan secara internal maupun bekerjasama dengan pihak eksternal sekolah.

Smart School diwujudkan pada salah satu

Pengembangan SISKA dilakukan meliputi:

  1. Sistem informasi sekolah.
  2. Sistem informasi manajemen personalia.
  3. Sistem informasi manajemen kesiswaan.
  4. Sistem informasi manajemen sarana dan prasarana.
  5. Sistem informasi manajemen pembelajaran dan examinasion (E-Learning)
  6. Sistem informasi administrasi dan pengelolaan keuangan sekolah.
  7. Sistem informasi pelayanan masyarakat.
  8. Sistem informasi Bimbingan Kerja Karir
  9. Sistem Informasi Manajemen Teaching Factory